A.Pengertian Pertumbuhan Fisik
Pertumbuhan adalah suatu proses perubahan fisiologis yang bersifat progresif dan kontinu dan berlangsung dalam periode tertentu. Perubahan ini bersifat kuantitatif, dan berkisar pada soal-soal fisik. Pertumbuhan fisik adalah pertumbuhan struktur tubuh manusia yang terjadi sejak masih dalam kandungan hingga dewasa. Pertumbuhan fisik itu meliputi perubahan-perubahan progresif eksternal dan internal. Perubahan eksternal meliputi bertambahnya ukuran panjang dan tinggi badan,bertambahnya lingkar tubuh, perbandingan ukuran panjang dan lebar tubuh, ukuran besarnya organ seks, munculnya ( tumbuhnya ) tanda-tanda kelamin sekunder. Perubahan internal meliputi perubahan ukuran alat pencernaan makanan, bertambahnya ukuran besar dan berat jantung serta paru-paru, bertambah sempurnanya sistem endoktrin ( kelenjar kelamin ) dan jaringan tubuh ( hurlock E.B.,1991).
Masa sebelum lahir merupakan pertumbuhan dan perkembangan yang sangat kompleks karena masa tersebut merupakan masa terbentuknya organ-organ tubuh dan tersusunnya jaringan syaraf yang membentuk sistem yang sempurna. Selama masa perkembangan dalam kandungan tersebut, terjadi pertumbuhan pesat pada jaringan otak. Pertumbuhan jaringan otak menentukan kualitas kognitif anak. Pertumbuhan dan perkembangan janin diakhiri saat kelahiran. Kelahiran pada dasranya merupakan pertanda kematangan biologis dan jaringan syaraf telah mampu berfungsi secara mandiri dalam pengertian tidak tergantung lagi pada suplai dan kendali tali pusat dalam kandungan ibunya. Pertumbuhan fisik setelah lahir meupakan kelanjutan dari pertumbuhanya sebelum lahir.
Dalam pertumbuhan meliputi pertumbuhan kelenjar, pertumbuhan badan pada umumnya, pertumbuhan sistem syaraf, dan pertumbuhan seksual.
Pertumbuhan kelenjar terjadi secara pesat sejak lahir sampai umur 10 tahun, dan pada umur 12 tahun kcepatannya menurun sampai umur 20 tahun.
Pertumbuhan badan terjadi secara pesat pada tahun pertama, kemudian pada tahun kedua tumbuh konstan hingga umur 12 tahun, dan setelah itu sejak masa pubertas tumbuh scara pesat hingga umur 20 tahun.
Pertumbuhan sistem syaraf terjadi sejak lahir secara pesat sampai umur 4 tahun, setelah itu kecepatannya berkurang sampai umur 12 tahun. Dari umur 12 tahun sampai umur 20 tahun, pertumbuhan sistem syaraf kecepatannya tetap.
Pertumbuhan seksual terjadi secara mencolok mulai pada masa pubertas. Pada anak laki-laki, pubertas umumnya dimulai pada umur 12 atau 13 tahun, sedangkan pada anak perempuan terjadi lebih awal yaitu sejak menstruasi yang pertama pada sekitar umur 10-16 tahun, sehingga rata-rata menjelang umur 12 tahun. Pada masa pubertas ini mulailah tumbuh rambut-rambut khusus pada tubuh baik laki-laki mauoun perempuan. Pada anak laki-laki mulai terjiadi perubahan suara menjadi lebih besar, badan semakin tegap. Pertumbuhan seksual yang secara pesat dimulai dari masa pubertas berlangsung terus secara pesat hingga umur 20 tahun.
Dengan demikian pertumbuhan jasmani sejak umur 21 tahun sampai tua terjadi secara konstan tetapi pasti. Mengenai pertumbuhan yang berhubungan dengan tinggi dan berat badan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkunagn internal misalnya makanan, gizi, perangai, dll dan kondisi lingkungan eksternal misalnya suhu udara, aktifitas sosial, dll serta material hereditas.

B.Perkembangan Fisik Anak
Fisik atau tubuh manusia merupakan sistem organ yang kompleks dan sangat mengagumkan. Semua organ ini terbentuk pada periode pranatal (dalam kandungan). Berkaitan dengan perkembangan fisik ini Kuhlen dan Thompson (Hurlock, 1956) mengemukakan bahwa perkembangan fisik individu meliputi empat aspek, yaitu:
(1) Sistem syaraf, yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi;
(2) Otot-otot, yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik;
(3) Kelenjar Endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru, seperti pada usia remaja berkembang perasaan senang untuk aktif dalam suatu kegiatan, yang sebagian anggotanya terdiri atas lawan jenis
(4) Struktur Fisik/Tubuh, yang meliputi tinggi, berat, dan proporsi.
Awal dari perkembangan pribadi seseorang asasnya bersifat biologis. Dalam taraf-taraf perkembangan selanjutnya, normlitas dari konstitusi, struktur dan kondisi talian dengan masalah Body-Image, self-concept, self-esteem dan rasa harga dirinya. Perkembangannya fisik ini mencakup aspek-aspek sebagai berikut:
1. Perkembangan anatomis
Perkembangan anatomis ditunjukkan dengan adanya perubahan kuantitatif pada struktur tulang belulang. Indeks tinggi dan berat badan, proporsi tinggi kepala dengan tinggi garis keajegan badan badan secara keseluruhan. Brikut ini adalah perkembangan anatomis anak :
a.Tulang belulang pada masa bayi berjumlah 270 yang masih lentur, berpori dan persambuganya longgar ( crow & crow 1956 : 36 ).
b.Berat dan tinggi badan pada waktu lahir umumnya sekitar 3-4 kg dan 50-60 cm, masa kanak-kanak sekitar 12-15 kg dan 90-120 cm.
c.Proporsi tinggi kepala dan pada masa bayi dan kanak-kanak sekitar 1:4, menjelang dewasa menjadi 1:8 atau 10.
Adanya abnormalitas dalam perkembangan fisik secara anatomis ini ( misalnya : creatinisme dan gigantisme ) akan berpengaruh atas segi-segi kepribadiannya seperti tersebut di atas ( body image, selfconcep, self esteem, rasa harga diri ).
2. Perkembangan fisiologi
Perkembangan fisiologis ditandai dengan adanya perubahan-perubahan secara kuantitatif, kualitatif dan fungsional dari sistem-sistem kerja hayati seperti konstraksi otot, peredaran darah dan pernafasan, persyaratan, sekresi kelenjcar dan pencernaan. Berikut ini adalah perkembangan fisiologis anak:
a.Otot sebagai pengontrol motorik, proporsi bobotnya 1-5 pada masa bayi dan kanak-kanak, menjadi 1:3 pada masa remaja kemudian menjadi 2:5 pada usia menjelang dewasa.
b.Frekuensi denyut jantung pada masa bayi sekitar 140 per menit dengan meningkatkanya usia dapat berkurang sampai 62-63 meskipun normalnya pada orang dewasa sekitar 72 per menit.
c.Presentase tingkat kesempurnaan perkembangan secara fungsional, dari cortex ( bagian otak ) sebagai pusat susunan syaraf yang mempunyai fungsi pengontrol kegiatan organisme, iinfragranular ( pengontrol reflek ) mencapai 80%; granular ( pengontrol penginderaan ) mencapai 75%, supragranular ( erat hubunganya dengan intelegensi ) baru 50 %
d.Keaktifan dan tingkat kematanganya sekresi tubuh yang berupa : lymphatic ( pembasmi bakteria, dll ) aktif dan berkembang pesat sampai usia 12 tahun, kemudian berkurang ( bahkan tidak aktif ) dengan meningkatnya usia; kelenjar-kelenjar tiroid ( berpengaruh atas metabolisme ), pittutary ( berpengaruh atas tulang belulang, otot dan pencernaan ) dan adrenal atau suprarenal ( berpengaruh atas emosi onalitas ) telah berkembang sempurna dan berfungsi sejak masa bayi dan kanak-kanak, sedang gonads ( kelenjar jenis ) baru aktif dan siap berfungsi pada awal masa remaja. Seandainya terjadi kelainan pada segi-segi fisiologis inipun, akan berpengaruh atas karakteristik perilaku yang bersangkutan.
Aspek fisiologi yang sangat penting bagi kehidupan manusia adalah otak (brain). Otak dapat dikatakan sebagai pusat atau sentral perkembangan dan fungsi kemanusiaan. Otak ini terdiri atas 100 miliar sel syaraf (neuron), dan setiap sel syaraf tersebut, rata-rata memiliki sekitar 3000 koneksi (hubungan) dengan sel-sel syaraf yang lainnya. Neuron ini terdiri dari inti sel (nucleus) dan sel body yang berfungsi sebagai penyalur aktivitas dari sel syaraf yang satu ke sel yang lainnya.
C.Proses dan Jalanya perkembangan fisik
Terdapat dua hukum pertumbuhan fisik yang berlaku umum dan menyeluruh ( satoto, 1933 ), yaitu hukum chepa lo caudal dan hukum proksimodistal . Menurut hukum chepa lo caudal, pertumbuhan dimulai dari arah kepala menuju ke kaki. Bagian kepala tumbuh lebih dahulu daripada daerah-daerah lain. Kematangan pertumbuhan juga berlangsung lebih dahulu di bagian kepala, kemudian berlanjut ke bagian-bagian lain dari tubuh. Bayi baru lahir sudah dapat menggerakan mata atau bibir, kemudian pada masa berikutnya mampu menggerakan lengan dan tangan dan kemudian disusul dengan kemampuan menggerakan tungkai dan kaki. Sebagai akibatnya, bayi yang baru lahir memiliki kepala yang secara proporsi lebih dari bagian lain. Pada masa-masa pertumbuha berikutnya, kepala secara proporsional menjadi lebih kecil. Menurut hukum proksimodistal pertumbuhan berpusat dari daerah sumbu ( proksimo ) ke arah tepi ( distal ). Alat-alat yang berada di daerah sumbu, misalnya jantung, alat-alat nafas dan pencernaan tumbuh lebih dahulu dan lebih pesat dibandingkan di daerah tepi, misalnya anggota gerak badan.
Laju perkembangan berjalan secara berirama. Pada masa bayi dan kanak-kanak perubahan fisik sangat pesat, pada usia sekolah menjadi lambat, mulai masa remaja amat mencolok dan pada akhir remaja laju perkembangan menurun. Perkembangan fisik anak terkait erat dengan perilaku motoriknya. Perilaku motorik memerlukan adanya koordinasi fungsional antara neuromuscular system ( persyarafan dan otot ) dan fungsi psikis ( kognitif, afektif dan konatif ). Loree menyatakan bahwa ada dua perilaku psikomotorik utama yang bersifat universal harus dikuasai oleh setiap individu pada masa bayi atau awal masa kanak-kanaknya, yaitu berjalan ( walking ) dan memegang benda ( prehension ). Kedua jenis ketrampilan psikomotorik ini merupakan basis dari ketrampilan yang lebih kompleks seperti yang kita kenal dengan sbutan bermain ( playing ) dan bekerja (working ).
Dua prinsip perkembangan utama yang tampak dalam semua bentuk perilaku psikomotorik ialah (1) bahwa perkembangan itu berlangsung dan yang sederhana kepada yang kompleks, dan (2) dan yang kasar dan global (gross bodily movements) kepada yang halus dan spesifik tetapi terkoordinasikan (finely coordinated movements).
(1) Berjalan dan Memegang Benda
Keterampilan berjalan diawali dengan gerakan-gerakan psikomotor dasar (locomotion) yang harus dikuasainya selama tahun pertama dari kehidupannya. Perkembangan psikomotorik dasar itu berlangsung secara sekuensial, sebagai berikut: (1) keterampilan bergulir (roil over) dan telentang menjadi telungkup (5 : 8 bulan), (2) gerak duduk (sit up) yang bebas (8,3 bulan), (3) berdiri bebas (9,0 bulan) berjalan dengan bebas (13,8 bulan) (Lorre, 1970: 75).
Dengan demikian, maka dalam gerakan-gerakan psikornotorik dasar itu tingkatan perkembangan penguasaannya sudah dapat diprediksi. Kalau teradi kelambatan-kelambatan dan ukuran normalitas waktu di atas, berarti menandakan adanya kelainan tertentu.
Keterampilan memegang benda, sampai dengan 6, bulan pertama dan kelahirannya barulah merupakan gerakan meraih benda-benda yang ditarik ke dekat badannya dengan seluruh lengannya. Baru mulai pada masa enam bulan kedua dan kelahirannya, jari-jemarinya dapat berangsur digunakan memungut dan memegang erat-erat benda, seraya memasukkan ke mulutnya. Keterampilan memegang secara bebas baru dicapai pula setelah keterampilan berjalan bebas dikuasai.
(2) Bermain dan Bekerja
Dengan dikuasainya keterampilan berjalan, anak bergerak sepanjang han ke segenap ruangan dan halaman rumah nya seperti tidak mengenal lelah, kadang-kadang berjalan, berlari, memanjat, melompat, dan sebagainya. Hampir setiap benda yang ada di sekitarnya disentuhnya, diguncang, dirobek, atau dilemparnya. Kalau kepada mereka diberikan atau disediakan alat-alat mainan tertentu mulailah mereka menyusunnya menyerupai konstruksi tertentu.
Mulai usia 4-5 tahun bermain konstruksi yang fantastik itu dapat beralih kepada berbagai bentuk gerakan bermain yang ritmis dan dinamis, tetapi belum terikat dengan aturan-aturan tertentu yang ketat. Pada usia masa anak sekolah, permainan fantastik berkembang kepada permainan yang realistik yang melibatkan gerakan-gerakan yang lebih kompleks disertai aturan-aturan yang ketat. Pada usia remaja kegiatan motorik sudah tertuju kepada persiapan-persiapan kerja, keterampilan-keterampilan menulis, mengetik, menjahit, dan sebagainya sangat tepat saatnya mulai dikembangkan.
Di samping faktor-faktor hereditas, faktor-faktor lingkungan alamiah, sosial, kultural, nutrisi dan gizi serta kesempatan dan latihan merupakan hal-hal yang sangat berpengaruh terhadap proses dan produk perkembangan fisik? dan perilaku psikomotorik.

D.Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik
Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik anak, yang kemudian dikelompokan menjadi dua faktor yaitu :
1.Faktor internal
Sifat jasmaniah yang diwariskan ( hereditas ) misalnya anak yang ayah dan ibunya bertubuh tinggi cenderung lebih lekas menjadi tinggi daripada anak yang berasal dari orang tua yang bertubuh pendek.
Masalah kematangan. Pertumbuhan fisik itu seolah-olah sudah direncanakan oleh faktor kematangan. Meskipun anak itu diberi gizi yang tinggi, tetapi saat kematangan belum sampai pertumbuhan itu tetap ditangguhkan. Misalkan anak berusia 3 bulan diberi makan yang cukup bergizi supaya pertumbuhan otot-otot pada kaki cepat sampai pada kemampuan untuk berjalan. Hal ini tidak mungkin berhasil. Untuk mampu berjalan harus menunggu sampai lebih dari 10 bulan. Seolah-olah sudah di jadwal ooleh kematangan.
2.Faktor eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar anak, yang termasuk faktor ini misalnya :
Faktor kesehatan. Anak yang sering sakit-sakitan maka pertumbuhan fisiknya akn terganggu menjadi cenderung lambat.
Faktor makanan. Anak yang kurang gizi, pertumbuhanya kan terhambat, sebaliknya bagi anak yang cukup gizi maka pertumbuhannya akan berjalan dengan lancar.

E.Upaya Membantu Pertumbuhan Fisik Anak dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan.
Sampai batasan tertentu pertumbuhan fisik anak dapat dibentu dengan berbagai usaha, misalnya :
1)Menjaga kesehatan badan. Kebiasaan hidup sehat, bersih, dan olahraga yang teratut akan dapat membantu menjaga kesehatan badan. Jika terkena penyakit harus diupayakan untuk segera disembuhkan karena kesehatan berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik anak. Jika badan sehat maka pertumbuhan akan lancar.
2)Makan makanan yang baik. Ialah makan makanan yang banyak mengandung gizi, segar dan sehat ( tidak busuk ) serta tidak tercemar oleh kuman dan penyakit. Baik buruknya makanan yang dikonsumsi anak maka akan menentukan pula kecepatan pertumbuhan anak.
Dalam penyelenggaraan pendidikan perlu diperhatikan sarana dan prasarana yang ada, jangan sampai menimbulkan gangguan kesehatan pada anak. Misalnya ruangan yang pengap dan sempit serta gelap akan menganggu jalanya pendidikan. penyelenggaraan pendidikan modern diharapkan agar ruangan tempat belajar yang bersih, terang dan cukup luas serta disiplin yang tidak kaku tetapi fleksibel. Disamping itu juga perlu diperhatikan adanya waktu istirahat untuk menghilangkan rasa lelah dan jenuh